Kenangan Abdi Desa : JIPURAPAH PUNYA CERITA #1

07.34



        WAH, baru ngetik judulnya aja, semua kenangan 10 hari selama di Jipurapah sudah menyeruak ke dalam pikiran dan perasaan. Btw, aku bukan orang yang suka lebay dalam mengungkapkan suatu hal, tapi yang satu ini, membuatku harus mengeluarkan kalimat yang sangat melankolis.
            Pernahkah kalian, menemukan teman/sahabat/tim yang sangat solid, dan seolah-olah sudah saling connected with heart satu sama lain? Pastinya pernah ya. Jadi kalian bisa ngebayangin kan, gimana berharganya circle pertemanan kalian tersebut?. Biasanya, hubungan yang seperti itu bisa terbentuk ketika kalian masih di bangku sekolah, karena kalo di masih di bangku sekolah, masih sangat mudah untuk menciptakan pertemanan yang seperti itu. Karena intensitas bertemunya masih sangat tinggi, setiap hari malah.
Tapi, beda lagi kalo udah di bangku kuliah. Mungkin ada yang tetap bisa menemukan circle pertemanan yang seperti itu, tapi itu sangat sulit. Kenapa? Yaaa, karena di bangku kuliah kalian akan menjadi sedikit individualis. Hmm, gak semuanya sih. But, your environtment bakal menjadi seperti itu. And it’s such a common things. Kalian akan menemukan sebuah hubungan pertemanan yang terjalin hanya karena memiliki kepentingan yang sama.
Satu fakultas, tapi dengan jurusan yang beda-beda – akuntansi, manajemen dan ilmu ekonomi-. Kita terbentuk atas adanya open recruitment dari acara BEM Fakultas, kita disatukan dalam tim yang disebut Sie Acara. Tugas kita adalah membuat detail acara yang akan dilaksanakan +- 3 bulan setelah kita direkrut. Awalnya, aku gak berekspektasi bakal jadi tim yang se-super-deuper ini. Dalam setiap kepanitiaan, aku (hanya akan) selalu berharap bahwa anggota dalam tim ku adalah orang-orang yang bertanggung jawab dari awal hingga hari H acara. Sehingga acara sukses dan tidak menimbulkan banyak evaluasi.
Kita mulai rapat satu dua kali ditengah-tengah liburan semester -yang panjang dan bagaikan surga-. Namun, karena liburan itu juga, kami jadi jarang fullteam. Akhirnya, kita bersepakat, untuk harus balik ke Surabaya dan rapat secara intens H-2 minggu sebelum acara itu dilaksanakan. Kebetulan acara abdi desa itu pas hari pertama kuliah masuk, tanggal 13 Agustus. Jadwal sudah dibuat oleh Koordinator, rapat dimulai tgl 2 Agustus, dan setiap hari kita harus ada progress baru, hingga hari H. Jadi, intinya setiap hari harus ketemu. I think, inilah definisi dari kerja lembur bagai kuda. Tiap hari ketemu langsung, biasanya sore/siang sampe malem, malemnya masih chitchat di grup line. Besoknya gitu lagi, terusss sampe hari H. Hampir tiap hari, pas rapat selalu makan bareng. Lama kelamaan jadi tau, gimana sifat asli dibalik muka-muka jaim mereka –ya termasuk aku sih >_< -
Persiapan full selama 10 hari tanpa jeda. Tujuan utama kita adalah membuat rundown –btw, menyusun rundown untuk acara 10 hari rasanya seperti membuat istana dengan kartu bride-  Dalam rundown tersebut, kita harus menyatukan acara dari 4 bidang sie lain, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Dimana setiap hari setidaknya ada 2 kegiatan sie bidang yang akan dilaksanakan. Sebelumnya, 4 sie bidang diwajibkan untuk menyetor jenis kegiatan serta pengisi acara yang akan mereka buat, setelah itu Sie Acara akan menyatukan semuanya. Baru ngebayangin aja udah mulai pusing, hahaha.
Sebenarnya, banyak sekali kendala dalam menyusun rundown, terutama dari masing-masing bidang yang masih harus ngefollow up partner dari pihak luar yang akan mengisi acara di jipurapah. Dan, mereka sebagian besar baru membuat kesepakatan mendekati hari H. Beberapa partner yang menjadi target kita, tidak bisa hadir, atau paling tidak, mereka mau ganti hari. Baiklah, bagaimanapun, kita tidak bisa memaksakan diri. Yang bisa kita usahakan adalah mengatur ulang rundown. Revisi,revisi dan revisi, setidaknya itu yang kita dapat setiap rapat dengan bidang lain. Kerumitannya diatas mengerjakan skripsi.
Agenda pre-acara yang kedua adalah menyaipkan barang-barang untuk kepentingan acara disana. Kebetulan, acara abdi desa pada saat itu melewati 2 momen besar, yaitu 17 Agustus dan Idul Adha. Jadi, otomatis ada lomba agustusan dan penyembelihan hewan qurban. FYI, disana acara-acara besar seperti itu baru akan meriah apabila ada pihak luar yang mengadakan. Warga desa nya sendiri tidak terlalu mementingkan acara-acara seperti itu. Karena bagi mereka, bekerja di sawah itu lebih penting. Maklum saja, kondisi ekonomi warga desa disana mostly dibawah rata-rata.
Funny moment ketika kita sudah dapat semua barang belanjaan yang kita beli di pasar Wonokromo adalah kita bertujuh seperti orang yang mau pindah rumah. Jadi, bayangkan saja, kita beli kompor gas, kipas angin, panci, tempat sampah, tampah, spatula, strika, satu kardus indomi dan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Sudah siap membangun rumah tangga sepertinya >,<. Tapi, ada juga sad momentnya, yaitu pas kita tau kalo harga barang yang ada di pedagang satu dengan pedagang lainnya beda2, dan ada beberapa barang yang kita kena harga mahal. HUH. Tapi untungnya mostly belanjaan kita belinya di pedagang yang tepat, mbaknya yang jual baik banget, sangat mengerti kalo yang beli mahasiswa. Mbaknya bilang, “yaa aku banyak langganan mahasiswa juga dek, biasanya buat mereka yang ada acara seperti kalian ini. Kalo gak gitu anak kartar yang ngadain acara 17-an. Jadi kan kalo beli biasanya dalam jumlah banyak, otomatis aku kasih diskon”. Betapa bahagianya bertemu dengan penjual yang sangat mengerti kondisi keuangan kami J hahaha.
Rundown masih on going, barang-barang sudah banyak terbeli, hadiah-hadiah lomba sudah dibungkus rapi, persiapan sejauh ini tentunya kita gak kerja sendiri dong, teman teman satu tim abdes yang baik hati juga bantu nyiapin keperluan. Sampai di tanggal 12 malam, kita baru mulai memikirkan keperluan pribadi untuk dibawa kesana, KITA BELUM PACKING! 
Dan, tibalah hari keberangkatan kita menuju desa Jipurapah. -Jreng, jreng, jreng…….. (just imagine, it has a backsound)- Tanggal 13 Agustus 2018. Bertepatan dengan hari pertama kuliah setelah liburan semester genap.

Bersambung ke bagian 2.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Besoknya berangkat, malemnya baru inget kalo belum packing satu baju pun 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungguh, kebutuhan pribadi saja sampai lupa. 😂

      Hapus

Popular Posts