POLIGAMI Sebuah pemikiran tentang permasalahan dalam pernikahan.
08.39
Seberapa
penting, rasa cinta kepada suami dibandingkan rasa cinta kepada Allah dalam hal
poligami?
Case
nya begini. Seorang perempuan yang memiliki pertimbangan bahwa it's oke to do poligami, maybe it's one of
my jihad ways to Allah through my husband. Ini surga. Dan aku, sebagi
hamba, akan menempuh jalan menuju surga itu, melalui suamiku. dengan
mengizinkannya menikah lagi (berpoligami). Cinta kepada suami hanyalah bersifat
duniawi, sedangkan cinta kepada Allah (jihadku) adalah rasa cinta yang abadi.
Aku mencintai Tuhan ku diatas segalanya. Aku bisa mengabaikan rasa cemburuku
kepada istri muda suamiku dengan cara aku tidak lagi mencintai suamiku seperti
dulu. Apabila aku bisa membentuk pemikiran seperti itu, maka aku akan bisa
bertahan. Aku akan melepas semua hal keduniawian, untuk berjihad. Aku akan
mengabaikkan apakah suamiku nantinya berlaku adil atau tidak, aku akan
mengabaikkan perasaan cinta kepada suamiku, serta rasa cemburuku kepada istri
muda suamiku. Karena aku tahu, sekali seorang suami berpoligami, selamanya dia
tidak akan bisa adil, setidaknya dimata kedua istrinya. Seadil apapun menurut
seorang suami, menurut kedua istrinya tidak akan pernah cukup.
Tapi,
permasalahnnya, bolehkah di dalam pernikahan itu berjalan tanpa adanya cinta?
Bolehkah di mata Allah, sang istri tidak lagi mencintai suaminya yang
berpoligami -untuk melindungi perasaannya-, namun masih melaksanakan tugasnya
sebagi istri dalam kehidupan sehari hari? Apakah dengan melakukan hal itu,
mereka kehilangan makna dari pernikahan?
Kenapa
istri harus melakukan itu (memutuskan untuk tidak bisa lagi mencintai suaminya,
sedangkan dia tidak berniat untuk minta diceraikan, dan tetap melakukan
tugasnya sebagi istri) ? Itu karena sifat manusiawi seseorang terhadap
Tuhannya, agar dia mendapatkan surga.
Apakah
pernikahannya diberkahi? sebenarnya apa poin dari meikah itu sendiri, dari
pandangan Tuhan? Apakah cinta antara suami dan istri itu menjadi pertimbangan
paling penting?
0 komentar