THE "ADMIRE" THEORY

18.21

Setahuku, setiap orang pasti memiliki idola. Entah idola dalam hal apa, pasti semua orang punya. Kebanyakan dari mereka mengidolakan sosok yang sesuai dengan hobi atau kegemaran mereka terhadap suatu hal. Misal, orang yang menyukai sepak bola yang menggemari Lionel Messi. Atau mungkin, kamu juga salah satu penggemar berat Lionel Messi?

Tidak sulit menarik kesimpulan seperti itu. Secara psikologis –menurut pengamatanku- mereka yang mengagumi seseorang pastilah memiliki kegemaran di bidang yang sama. Karena itulah, terdapat emosi yang memunculkan rasa kagum terhadap seseorang yang dianggapnya ‘lebih keren’ itu. Mereka yang diidolakan biasanya menjadi role model yang akan ditiru atau menjadi inspirator dari sang peniru.

Sebenarnya hal-hal seprti itu tidak berlaku mutlak. Hanya kecenderungan saja. Namun, jika kalian memperhatikan sekitar –dan diri sendiri- hal tersebut merupakan fakta. Kembalikan saja kepada diri kita sendiri. Ketika kita menjadi penggemar atau fans dari seseorang, pasti kita akan mendukung apapun yang dilakukan sang idola –selama itu hal baik-. Dan jika idola kita mendengar berita buruk tentang sang idola, kita pasti merasa sedih. Seolah –olah kita bisa merasakan apa yang sedang dirasakan idola kita. Yah, begitulah emosi kita bekerja tanpa kita sadari. Jadi tidak heran, jika ada fans fanatik yang berani melakukan tindakan yangt ‘berani’ demi idolanya.

Intinya, mengapa seseorang bisa menjadi penggemar orang lain, hal yang paling logis adalah adanya ketertarikan dalam hal yang sama sehingga memunculkan ikatan emosi diantara keduanya.


CHICA HERMOSA a.k.a N.A. Aisya


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts